Mancing mania Indonesia, tips dan trick memancing dilaut, dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, site khusus bagi para pemancing mania yang ingin mengenal lebih jauh tentang lokasi memancing di Pulau dewata, Bali
Senin, 19 Januari 2015
Rabu, 03 September 2014
Reklamasi Teluk Benoa | laut Mumbul dan Laut Kelan tidak ingin menjadi kenangan!!!
Sebagai seorang yang hobi memancing di laut, saya memiliki banyak sekali kenangan indah di teluk Benoa, di teluk ini saya sering menghabiskan waktu untuk memancing beberapa tahun silam, teluk Benoa memiliki 2 kawasan memancing yaitu di laut Mumbul dan laut Kelan adalah destinasi pancingan yang sangat asik, potensi ikan disini sangat luar biasa, teluk ini menjadi tempat berkembang biak beragam satwa laut, seperti udang, kepiting dan ikan.. bila mancing di laut Mumbul atau laut Kelan ini biasa kita menangkap ikan Pari, baby GT, Black bass, Muduk, Kerung dan sebagainya, tempat yang indah dan menyediakan berbagai macam hasil tangkapan ikan, sangat sayang sekali tempat ini bila nanti benar2 diurug..
Setelah membaca berbagai dampak dari reklamasi pantai, saya menemukan tulisan di salah satu blog: "System hidrologi gelombang air laut yang jatuh ke pantai akan berubah dari alaminya. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob karena genangan air yang banyak dan lama" ini sangat mengkawatirkan sekali, laut Selat Badung Bali mempunyai karakteristik dengan arus yang sangat kuat, laut Selat Badung berhubungan langsung dengan Samudra Hindia, bila musim angin tenggara tiba, maka daerah di laut Selat Badung akan mengalami gelombang yang besar, tentu saja pesisir pantai seperti daerah Tanjung Benoa, Pulau Serangan, Sanur, Padang Galak, Lebih dan Kusamba akan mengalami musim gelombang besar, dan bila salah satu tempat tampungan air Teluk Benoa diurug apakah tidak berdapak makin memburuknya gelombang itu??? pikirkan!!!
saya sendiri sering memancing di selat Badung Bali, dan sudah pernah mengalami musim angin tenggara yang datang setiap 1 tahun sekali, hampir semua nelayan tidak bisa melaut. bila reklamasi Tanjung Benoa dilakukan tidak menutup kemungkinan akan membuat pantai Sanur, Padang Galak, Lebih dan Kusamba mengalami abrasi atau lebih parahnya banjir rob, sedangkan dari wilayah padang Galak, Lebih dan Kusamba masih banyak terdapat petak2 sawah penduduk dan aktip bertani di pinggiran pantai.
Pemerintah harus mengkaji ulang rencana Reklamasi Teluk Benoa, jangan sampai proyek Reklamasi Teluk Benoa hanya menguntungkan Pengelolanya saja dan banyak kerugian yang dialami masyarakat disekitarnya.
"Posisi Teluk Benoa sangat strategis. Ada akses darat dan laut. Dari bandara, hanya lima menit. Letaknya ada di tengah-tengah segitiga emas pariwisata Bali. Dengan luas wilayah dan pola pengembangan yang direncanakan, proyek reklamasi hanya akan menjadi alat mengumpulkan modal, bukan untuk perlindungan pantai." info dari blog lainnya..
sangat jelas disini tujuan dari reklamasi Tanjung Benoa. Buat apa pendapatan kita banyak bila ruang lingkungan kita hidup tidak nyaman, bahkan bisa dibilang rusak, uang tidak bisa membeli Bumi teman!!!, meningkatkan APBD Bali, tapi Bali mengalami kehancuran dengan abrasi, banjir rob dan lainnya, apakah ini yang dinamakan ke "bijak" an????
saya seorang penghobi mancing, sangat bangga dan bersyukur sekali lahir di Bali, laut yang indah dengan gunung bawah laut, bukit bawah laut dan tebing bawah laut, kita bisa memilih spot pancingan dengan mudah di laut Bali, dari kedalaman 10 mater sampai kedalaman 300 mater tidak perlu berperahu atau boat berjam2, kita bisa mengunjungi satu spot ke spot lainnya hanya dengan beberapa menit saja. dan sungguh sangat tidak termaafkan bila keindahan dan anugrah tuhan ini dirusak oleh tangan tangan manusia Si pengambil keputusan di negara ini.
Selasa, 06 Mei 2014
From Angler to Anglers
Saya masih sangat ingat sekali bagaimana indahnya pantai Sanur, Pantai Serangan atau pantai Kedonganan Bali dulu, ketika kakek saya mengajak saya memancing berapa puluh tahun yang lalu. Kita tidak perlu beli umpan untuk memancing, kita hanya perlu menggali pasir di depan pantai untuk mencari Sepingan (cacing laut) sebelum mancing di tempat itu. Dan tentu ikan sangat mudah didapat juga.
Sabtu, 12 April 2014
Jigging Di Selat Badung
dalam seni memancing (cieh bahasanya.. hehe) ada 2 jenis: refresing fishing dan sport fishing..
dan bila sudah membicarakan sport fishing kita akan tau mancing bukan kerjaan "para pemalas".
disini semua otot harus digerakan, keringat tidak habis habisnya bercucuran dibawah terik matahari, bahkan bila tidak menguasai tekniknya kita bisa cedera..
dalam kolom ini saya ingin membahas heavy sport fishing yaitu heavy jigging.
di Bali sendiri heavy jigging sudah popular dari beberapa tahun yang lalu, dikarenakan spot spot mancing di Bali sangat mendukung untuk olahraga mancing ini, sebagian besar spot di wilayah pantai timur Bali mempunyai kedalam dari 70 mater sampai 200 mater. ini membuat kami harus kuat memainkan metal jig berat..
Laut Selat Badung adalah salah satu tempat favorit para jigger Bali, di laut ini Banyak terdapat spot jigging yang sudah populer di kalangan jigger Bali.
spot Parangan, salah satu spot terdangkal di selat Bali, kedalaman sekitar 50 samapai 70 mater, pada sport ini kita bisa melihat waterblow Nusa dua dari kejauhan, percaya ini sangat indah.. hehe
metal jig yang cocok untuk kedalaman sekian adalah berat 200 gram samapai 300 gram.
saran saya untuk warna metal jig sebaiknya dengan warna cerah seperti pink dengan gurat kuning, hijau daun, biru langit.. ikan target kita disini biasanya ikan GT dan skipjack tuna (tongkol)
Spot Niko, spot ini tepat didepan hotel Niko Nusadua, kedalama dari 60 sampai 80 mater, sama dengan sport Parang, kita bisa menggunakan unpan sama
Spot Tapak Gunung, spot ini lumayan jauh ke tengah laut selat badung, rata rata perjalanan sekitar 1 jam mencapai spot ini dari Pulau Serangan maupun dari Sanur.. spot ini mempunyai kedalam dari 90 mater sampai 130 mater.
spot ini mempunyai karakteristik dengan airnya yang sangat keras, arus bawah laut yang keras, kita membutuhkan unpan metal jig dengan berat dari 400 gram sampai 600 gram
disinilah kita membutuhkan stamina yang prima dalam memancing, mancing bukan pekerjaan para pemalas kawan, bila tidak percaya coba saja mainkan metal 600 gram diangkat secara teratur pada kedalam 130 mater... (sebuah pembelaan lagi hehe)
target ikan disni biasanya Ikan Kuresi, Amerjack, kerapu
Spot CP, saya sampai sekarang masih bingung kepanjangan CP, bertanya kesana kemari dengan teman teman para jigger atau nelayan setempat, jawabannya selalu tidak pasti, mungkin nanti ada yang membaca blog ini tau sejarah dan kapanjangan dari CP, mohon di sharing hehe..
terakhir saya mendengar CP kepanjangan dari Crazy Point, dikarenakan disini ikannya bisa gila gilaan, bila beruntung kita Strike berkepanjangan hahaha.. mungkin ada benarnya juga, karena saya pernah mengalaminya juga. kami pernah triple strike samapai 2 kali di sport ini.
spot ini dengan kedalam kira kira 70 samapai 90 mater, dengan aurus air yang sangat kuat
unpan metal jig yang saya sarankan menggunakan berat 300 gram sampai 500 gram, bisa menggunakan bentuk cumi atau ikan.
target tanggkapan biasa Amerjack, GT, Greenjob fish, Kerapu, Tongkol
Senin, 25 Maret 2013
Minggu, 16 Desember 2012
Minggu, 02 Desember 2012
Jigging di Bali
sekarang saya mau ngulas jigging, sorry bukan sok jadi master, tapi hanya mau sharing pengalaman yang dikit ini hehe..
Jigging adalah cara memancing dengan menggunakan umpan buatan, dan bila saya jelaskan panjang lebar disini akan jadi sesuatu yg membosankan dibaca, soalnya saya yakin semua penggemar mancing pasti tau penjelasan jigging.. di Bali sendiri jigging sudah sangat mewabah, mungkin dikarenakan medan mancing (spot) disini sangat sesuai untuk mencing dengan teknik ini. seperti di Padang bay, Amed, Tulamben, selat, Nusa Penida, Sanur, dan sebagainya..
di sabtu pagi minggu lalu saya mencoba peruntungan ngejig di Padang bay, beserta kedua teman saya, dan satu nelayan setempat, kami berangkat dari pukul 5 pagi menuju salah satu spot di Laut Karangasem yang terkenal itu.. kami memulai mencelupkan umpan menjelang matahari terbit, sampai matahari tepat diatas kepala belum juga ada sambaran sedikitpun.. hehe gak semudah yg keliatan di acara trans 7
setelah berpindah dari 1 spot ke spot lainya, kami akhirnya menemukan tanda2 di salah satu spot di laut itu, salah satu teman kami memulai straik pertamanya.. lumayan membuat girang..
satu Amerjack landing di perahu kami, dan hidupkan mesin lagi jalan beberapa meter lagi kedepan, dan triiiing... joran saya melengkung, straik lagi.. kali ini giliran saya fight, kurang lebih 10 menit Amerjack landing lagi, kali ini lebih besar.. cukup membuat tulang punggung sakit hehe..
Senin, 27 Juli 2009
Memancing Di Laut Lembongan
mancing (itu kalau kamu orang Bali, ato yang pernah berkunjung ke Bali) Lembongan sangat terkenal akan keaneka ragaman satwa bawah lautnya dan tentunya terget pancingan untuk kita "angler".oya.. hampir lupa, Lembongan adalah pulau kecil yang terletak di timur pulau Bali.
letak geaografis pulau Lembongan adalah 141 drjat bujur Timur, 185 lintang selatan, 125 lin.... he he he becanda, boongan itu semua. aku gak pernah tau soal bujur dan lintang di lembongan.
kalau kalian ingin tau letak lembongan kalian hanya perlu berdiri di Sanur dan noleh ke timur, keliatan kok pulaunya.. dan sekarang kalian bingun Sanur itu dimana???? ^_^
sory lagi males nulis tentang sanur jadi kalian serch aja di goggle ato yahoo tentang Sanur Bali, pasti banyak info.. he.. he.. he..
kembali ke lembongan...
kalau kita akan memancing ke Lembongan kita bisa menybrang dari Pantai sanur mungkin
waktu diperlukan 1 sampai 2 jam (cukup buat kita capek di perjalanan)tapi saya sarankan anda menyebrang melalui pantai Kusamba (klungkung) karna lebih dekat jaraknya berkisar 30 menit, oya tentang potensi memancing di kusamba, lain kali saya ceritakan.
nah karna saya memang baik hati, saya akan ceritakan pengalaman saya memancing di Lembongan. minggu lalu tepatnya 12 juli 2009 saya janjian ikut teman (seorang nelayan di Kusamba) mencari ikan di laut. kami berangkat jam 02.00 pagi hari. wow luar biasa laut kusamba malam hari, airnya tenang dan bercahaya. sapai ditengah antara KusamBa da Lembongan kami sempat melepaskan jaring sepanjang 400 meter dan sambil menung ikan di jaring kami sempat memancing dengan teknik troling tapi umpanya bulu dan kami berhasil, ada 5 ekor ikan tongkol, lumayan besar 1 kg ada beratnya per ekor. setalah lumayan lama kami melepas jaring tibalah waktunya untuk kami angkat dan ternyata kami panen pada saat itu, kata Bli wayan (temen nelayan aku. red) aku pembawa hokki, he he he GR.... setelah kami hitung hasil tangkapan jaring, semua berjumlah 52 ekor ikan tongkol, wow luar biasa...
kami melnjutkan perjalanan ke laut lembongan untuk refresing memancing. awalnya kami berencan sebentar disana karna kami sudah dilipahkan hasil jaring yang cukup, tapi sampai dilembongan ternyata keadaan lain. sampai disana dan kami memancing, belum sampai umpan pancingan kita di dasar laut sudah disambar oleh ikan, belum sampai 30 menit kami sudah mendapatkan hampir 30 ekor ikan, disana kami jadi lupa waktu, lupa makan, lupa rokok, lupa minium sampai bibir terasa pecah ya karena potensi laut dengan berbagai ikan ganasanya (kerpau, kakap, GT, Crazy bass, Pogot) dari ukuran 1/4 kg sampai puluhan kilograms.kedalaman laut di Lembongan bermacam2 dari 10 meter sampai 150 meter. tempat mancing yang saya sebutkan tadi itu kedalamanya berkisar 10 m sampai 30 meter
oya satu lagi, umpan yang dipakai disini bisa udang, cumi, atau ikan tongkol. disini juga kita bisa memancing dengan teknik jig ataupun trolling.
sekian dulu yu, berhubung koneksion internetnya mulai down saya tutup sapai disini dulu. salam angeler...
Selasa, 26 Mei 2009
Mancing di Laut Lovina
Ini pengalaman saya yang paling keren, sekaligus pengalaman meancing saya yang paling jauh.. bayangkan kami naik perahu hampir 3.5 jam menuju tempat pemancingan. waktu itu september 2008 saya diajak ikut mencari ikan di tempatnya, teman saya ini nelayan di laut Lovina, Buleleng- Bali Utara. target kita disini ikan Tuna. kabarnya datang seminggu sebelum kami brangkat, teman saya nelpon dan bilang sekarang sudah musim Tuna, dan kapan saya ada waktu langsung aja datang ke tempat dia. wow ajakan yang sangat saya nati dari dulu. dan saya tidak mungkin melewatinya. hari sabtu sore saya brangkat dari denpasar ke buleleng, jaraknya hampir 3 jam dengan motor atau mobil. Sampai di sana saya disambut hangat oleh Guru " sebutan paman bagi penduduk setempat" saya memang memanggil beliau paman walau tidak ada garis keturunan, yah.. untuk akrabnya. guru ini memang sangat baik hati, beliau pekerja keras dan sangat dihormati oleh para nelayan setempatkarna pengalamannya yang sangat luas. saya sapai disana kira kira jam 07.00 malam sempat istirahat sebentar sambil ngobrol dan
langsung brangakat ke laut pada malam hari jam 09.00. he he he maiak mancing... gak bole liat laut langsung aja pengen kail ikan... saya diantar oleh guru rumpon selatan (sebutan bagi nelayan setempat. red) rumpon ini adalah rumpon yang terdekat jaraknya dari kampung nelayan (30 metnit perjalanan). tapi kata guru rumpon ini juga yang paling banyak potensi ikan karangnya seperti Kerapu merah, Kerapu mutiara, Kakap merah / snaper, Badur, pogot, dll, disini ikannya besar besar (lautnya masih alami) penangkapan nelayannya juga masih sederhana. seperti kerapu merah dan mutiara saya dapat yang beratnya hampir 3 kg, kebayang gak kerapu berat 3 kg.. saya menaikannya sampai 5 menit (dasyat banget) dan guru dapat kakap merah 8 kg.
kami balik jam 12 malam dan langsung tidur karna kelelahan. besoknya jam 4 dini hari kami sudah harus brangkat memancing lagi. kami melewati setiap rumpon pada pagi itu. rumpon pertama dan yang lainnya itu berjarak hampir 45 menitan, jadi sanagatlah melelahkan. tapi itu akan terbayar tuntas denagn penampilan segerombol lumba2 yang mengikuti perahu kita dan seakan menari2 di hadapan kita. ada juga ikan terbaang yang selalu mengejutkan kita dari bawah laut dan terbang seperti burung di atas air. dan sesekali saya liat ikan topek (mahi-mahi) dari atas perahu. laut disana airnya sangat jernih jadi kita bisa liat bila ada ikan besar yang kita lewati. tuhan maha besar....sampai di rumpon ke 4 guru memperlambat laju perahunya dan siap memancing ikan kembung dan ikan tongkol untuk umpan kita nanti. dan hari itu sungguh beruntung, kami dapat umpan yang lumayan. dan kami melanjutkan perjalanan hampir 30 menit ke rumpon ke 5, dan inilah tempat kita mancing.
guru sudah mulai beraksi dengan alat tradisionalnya yaitu tali yang digulung dengan bambu berisi sebuah kail dan umpannya hanya sendok yang dibentuk sedemikian rupa diisi kail. kemudian mata sendok itu ditenggelamkan dengan sekanton pasir yang dibungkus dengan plasti kecil. sampai pada kedalam tertentu kail itu di hentak dan plasik pasir tersebut akan lepas dari kail. trus cara memancingnya sama seperti teknik jigging. kalau saya memancing beda caranya dengan guru, saya menggunakan alat pancingan saya dan ikan kembung hidup saya jadikan umpan.
saya biarkan ikan itu berenang kemana pun. dan akhir 5 menit kemidian joran ato pales saya lengkung sekali dan reel nya trus berputar tanda ditarik ikan. kami bertarung hampir 15 menit sampai saya bisa maikan ikan itu ke perahu. mahi- mahi 10 kg. kedua kalinya berselang 3 menit, reel saya trus berputar tapi belum sempat saya kuasai tali sudah putus. mungkin barakuda. bisa diperkirakan dari tarikannya ikan itu besar sekali.3 jam saya memancing disana perahu kami sudah bayang isi ikan sampai kami tidak ad tempat buat duduk lagi. tompek, mahi-mahi, tuna, marlin, tongkol bukan hanya kami saja yang panen nelayan di samping kami juga sama.
ini memang pengalaman luar biasa di hidup saya 'i am angler'
Selasa, 02 Desember 2008
Pemancing mania di Laut Kedonganan
masakan disini semua dari bahan bahan yang yang segar asli dari laut Kedonganan. cukup sekian perkenalan dengan laut Kedongan, kita sekarang bicara mengenai mancing. di kedongan ada kelompok nelayan yang diberi nama 'Segara madu', kelompok inilah yang biasanya akan mengantar kita memancing di laut Kedongan.
di Laut kedongan banya ada 'rumah-rumah ikan, dan hanya para nelaya aja yang tau tempatnya. karena tidak ada tanda tanda tempat itu.
nama rumah-rumah ikan di kedonganan:
- Tegal wangi (mancing kerapu)
- Batu Bolong (mancing Snaper/Kakap merah)
- muka landasan (mancing Giant Travally/GT)
- Uluwatu (mancing Giant Travally/GT)
di setiap tempat didominasi oleh 1 jenis ikan, so kita disini bisa mengklasifikasikan mancing ikan apa kita sekarang, hebat kan.....
Rama (penulis.red) mancing dengan hasil tangkapan cakal / giant trevalley 1/5 kg

Kamis, 27 November 2008
Target Ikan Giant travally/GT (cakal) dan Kakap merah (Snaper)
Pemancing mania kali ini saya akan ceritakan pengalaman mancing di Laut Kelan. Para pemancing mania bila anda datang dan ingin memancing saya sarankan anda mencoba memancing di laut kelan Denpasar. Lokasi laut Kelan terletak di Bagian timur Bandara Ngurah Rai. Anda disini juga disuguhin dengan pemandangan naik – turunya pesawat ke landasan Ngurah Rai. Kedalaman laut di kelan ini mulai 2 mater pada saat laut surut mencapai 7 mater pada saat air pasang.Para pemancing mania kita akan sukses menangkap target kita yaitu GT dan Kakap saat air surut yang akan mulai pasang artinya surut ke pasang. Laut Kelan adalah ‘mulut’ dari teluk mumbul, bisa anda bayangkan, potensi yang ada pada ‘mulut’ dari sebuah teluk. Tempat ini adalah lokasi hilir mudiknya para ikan yang akan ke teluk atau dari teluk yang menuju laut lepas.
Untuk umpan saya anjurkan para pemanacing mania untuk memakai udang hidup (Baca Memacing di Laut Mumbul), untuk rod dan reel nya kita disini menggunakan yang sama dengan memancing di mumbul. Yang menarik dari Memancing disini adalah kaita harus menyewa jukung(perahu) dan untuk menaiki jukung tersebut butuh jalan kaki sekitar 500 meter dari bibir pantai, karena tempat parkir jukung jauh di dalam bibir pantai
Selasa, 25 November 2008
Mancing Mania di laut Serangan
Saya sering mancing di laut serangan karena tempat ini adalah tempat yang paling deket dengan rumah. Mancing disini saya biasanya menggunakan Jukung (sebutan perahu untuk orang Bali) pakai danyung, beratei mendayung sendiri (tanpa mesin). saya menyewanya dengan harga yang cukup terjangkau Rp. 20.000,- sepuasnya. Jukung ini biasanya cukup untuk 2 sampai 3 orang. Lokasi saya mancing disini tidak terlalu jauh dari daratan kira kira 200 – 500 mater dari bibir pantai. Dan yang paling mengasikan, Laut Serangan ini berupa sebuah teluk yang menyerupai danau dengan air yang sangat tenang, ombak kecil sekali sampai tidak terasa jukung goyang. Jadi sangat cocok buat para pemancing yang pemalas. Seperti saya he.. he.. ^_^
Di laut serangan ini pemancing mania akan disuguhi berbagain keindahan alam mulai pantainya sampai dengan keadaan laut yang tenang dan angina sepoinya, pas banget buat tidur, eh mancing…
Liat aja photo saya berikut di laut serangan
Ok, sekarang kita bicara tentang tangkapan ikan di laut serangan. Disini pemancing mania dapat menangkap berbagai jenis ikan karang, dari yang kecil sampai yang lumayan. Tapi target utama yang mau saya bicarakan disini adalah ikan kerapu dan GT (cakal) ikan kerapu yang biasa akan pemancing mania tangkap disini umumnya berukuran sebesar kotak rokaok sampai berat 0.5 kgs, dan ikan GT yang akan pemancing dapatkan disini bisa sampai seberat 0.3kgs-2kgs.Saya akan beri sedikit tips disini. Bukan sok tau, tapi mungkin ini akan bermamfaat bagi para pemancing mania yang mau terjun memancing di laut Serangan.
Yang pertama untuk Umpannya, para pemancing mania disini saya anjurkan untuk memakai umpan udang mati yang segar, cirinya masih putih segar dan kenyal. Atau udang hidup (liat mancing di laut Mumbul)
Reel yang digunakan disini cukup yang berukuran kecil, seperti Bando FR-N gear ratio 5.3:1 seperti photo dibawah.
Atau anda dapat memakai reel semacam itu, yang pasti jangan terlalu besar, okuntuk tali, saya anjurkan anda memakai tali ultraline, yang berukuran kecil tapi mempunyai kekuatan besar, dengan diameter 0.30m/m. maka anda akan merasakan adrenalin anda terpacu pada saat menaikan ikan. Dan yang tidak terlupakan anda cukup mengunaka rod yang lentur dengan panjang 2.1 m – 2.4 m.
baca kelanjutanya ya…..
Senin, 24 November 2008
Memancing di laut Mumbul (Mumbul fishing area)
Rama (penulis)hasil tangkapan tanggal 19 oct 2008
Budex Tangkapan 2 sept 2008 GT (cakal) berat 0.4 kgs
Reel banax SX 4000 milik Rama
Suasana laut mumbul siang hari Dengan latar bnelakang hutan Bakau
Jika ada baget lebih, anda bisa menyewa jukung pakai mesin hanya Rp. 100.000,-
Sebagi kata penutup saya mencoba bijak dengan menguraikan kata mancing, dalam bahasa Bali mancing dibagi 2 suku kata, yaitu ‘man’ berarti dapat dan ‘cing’ (sing) berate tidak, jadi mancing berarti dapat dan tidak dapat, disini saya mengambil hikmah bahwa mancing adalah proses penyerahan diri kepada tuhan YME terhadap apapun yang akan kita alami, termasuk rejeki, dalam proses mancing kita tidak biasa memaksa untuk mendapatkan ikan, atau dalam bahasa mudahnya memaksa ikan memakan umpan kita, itu adalah sebuah proses penyerahan diri terhadap tuhan atas segala rejeki yang akan kita terima, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, seperti memakai umpan yang disenangi si ikan, menggunakan alat yang cocok, tapi semua kembali lagi ke yang di atas. he he… bijak banget, saya sendiri juga kaget bisa nulis kata bijak seperti ini, jadi makin bangga ma diri sendiri…… ^_^, Baca kelanjutanya ya ……





















.jpg)
.jpg)
